|
Sepanjang 2012 PT Ciputra Property Tbk (CTRP) akan membangun enam unit hotel berbiaya rendah. Pembangunan hotel yang familiar dengan sebutan keren hotel budget itu diprediksi menyedot investasi senilai Rp 270 miliar. Artinya jika dikalkulasi satu unit hotel menghabiskan dana sebesar antara Rp 34-45 miliar.
Basis pembangunan 6 hotel itu masing-masing terletak di Jogjakarta, Bandung, dan Semarang. Tiga lokasi itu menjadi tujuan utama karena memiliki nilai lebih dan strategis. Selain itu dari segi potensi bisnis, 3 tempat itu memiliki potensi untuk tumbuh lebih dahsyat. "Tiga lokasi lainnya masih dalam kajian," tutur Artadinata Djangkar, Direktur Utama CTRP, di Jakarta akhir pekan lalu.
Pembangunan hotel itu juga akan membutuhkan lahan yang tidak bisa dikatakan sedikit. Per unit hotel diperkirakan melahap area sekitar 0,5- 1 hektar (ha). Namun, perseroan tidak khawatir dengan ketersediaan lahan. Tiga lokasi yang sudah dipilih itu masih tersedia lahan cukup luas dengan segudang potensi yang terkandung. Karena itu, manajemen all out memasuki segmen tersebut sebelum didahului kompetitor. "Soal ketersediaan dana stok kami masih melimpah. Kas internal tercatat Rp 763 miliar," ulas Artadinata.
Sektor hotel budget, sambung Artadinata, menyimpan peluang besar. Itu karena belum banyak perusahaan yang melirik dan tergoda untuk menggarap proyek tersebut. Selain itu lonjakan permintaan hotel berbiaya rendah tidak semakin menyust. Nah, ditilik dari segi peluang dan potensi itu, "kue" pada segmen tergolong luar biasa. "Masyarakat golongan menengah ke depan bakal menjadi katalisator pembangunan. Kelas menengah inilah yang nantinya akan mewarnai pembangunan dan tidak boleh diabaikan," imbuhnya.
Manajemen tidak main-main dalam membidik segmen hotel budget. Meski tidak langsung berkontribusi signifikan pada pendapatan, perseroan berkomitmen dan mempertajam pisau analisis demi masa depan proyek tersebut. Sebagai bukti kuatnya komitmen itu dalam tempo 2-3 tahun ke depan, perseroan bakal membangun sekitar 20 unit hotel budget. "Kami juga sedang menggarap apartemen dalam megaproyek Ciputra World II. Ada 2 tower apartemen dari total 5 tower yang bakal dibangun pada 2012 dengan jumlah 670 unit," tukasnya.
Konstruksi 2 tower itu diperkirakan menelan dana sebesar Rp 900 miliar. Di tahun 2012, kemungkinan baru akan digunakan sepertiganya (Rp 300 miliar), sisanya pada 2013 dan 2014. Selain mengandalkan kas internal, pendanaan proyek itu didapatkan dari fasilitas pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp. 1,83 triliun. "Jadwal groundbreakingnya pada Januari ini," tukas Artadinata.
Hingga juartal 3 tahun 2011, CTRP mencetak kenaikan pendapatan 25,72% menjadi Rp 324,55 triliun dari posisi sebelumnya Rp 258,15. Lini usaha berupa pusat niaga menyumbang Rp. 168,37 miliar atau 52%, disusul perhotelan senilai Rp 89,09 miliar (27,4%) dan penjualan kondominium Rp 67,09 miliar (20,6%). Laba bersih perseroan tercatat tumbuh 5,38% menjadi Rp 128,08 miliar dari periode sebelumnya Rp 122,06 miliar. (*/indopos)
|